Rabu, 11 Februari 2015

PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA PADA MASA KOLONIAL, PASCA PROKLAMASI DAN PASCA REFORMASI (URAIAN SINGKAT)

7

Perubahan Sosial Budaya pada Masa Kolonial
Masa kolonial adalah masa awal penjajahan Indonesia. Pada masa kolonial Indonesia di datangi oleh beberapa negara diantaranya Portugis, Inggris, Jepang dan Belanda. Bangsa Portugis yang berkuasa didaerah Maluku menerapkan sistem imperalisme modern. Semboyan Gold, Gospel, Glory tetap dipegang teguh. Artinya mereka melakukan perjanjian dengan sistem ekonomi, agama, dan politik. Namun, karena kekurangan tenaga pegawai, maka Portugis hanya menduduki tempat-tempat yang strategis untuk perdagangan. Sisa pengaruh Portugis di Indonesia adalah :
1.      Agama Katolik yang disiarkan oleh Franciscus Xaverius dan Alfonso de castro memberikan pengaruh cukup luas di wilayah Asia.
2.      Di Maluku dan timor-timur serta Larantuka (Flores Timur) banyak penduduk yang mempergunakan nam-nama Portugis, seperti Parera, Monteiro, Fernandez, da Silva, da Lopes, Dona, Peransa dan Senyora.
3.      Banyak kata-kata yang berasal dari Bahasa Portugis masuk Perbendaharaan Bahasa Indonesia, seprti : lentera, bendera, laksaman, loteng, dan sinyo.
4.      Seni musik merupakan salah satu peninggalan yang berpengaruh cukup besar, seni musik keroncong merupakan pengaruh peninggalan yang telah meresap dan sampai sekarang masih banyak penggemarnya.
            Pada masa kolonial Inggris sistem sewa tanah yang diperkenalkan oleh Raffles membawa perubahan besar. Unsur-unsur paksaan diganti dengan unsur kebebasan, sukarela dan hubungan perjanjian atau kontrak. Dan dalam bidang sosial budaya, adat isitiadat yang telah berjalan secara turun temurun menjadi semakin longgar karena pengaruh budaya barat.
Keadaan bangsa Indonesia mulai banyak berubah sejak kedatangan bangsa-bangsa Belanda. Keadaan Indonesia banyak mengalami perubahan disegala  bidang kehidupan, termasuk bidang Sosial Budaya. Semenjak awak pembentukan pemerintahan kolonialismenya Belanda mulai mengadakan perubahan-perubahan politik dan ekonomi. Belanda membangun sitem birokrasi pemerintahan dan praktek sistem ekonomi baru. Akibat dari itu, maka timbul perubahan tata kehidupan sosial budaya dikalangan rakyat Indonesia. Setahap demi setahap Belanda melaksanakan tindakan tindakan untuk menghapus struktur adat penguasa pribumi.
Hal positif dari kebijakan pemerintah Jepang di bidang budaya yakni berkembangnya tradisi kerja bakti secara massal melalui kinrohosi/ tradisi kebaktian di dalam masyarakat Indonesia. Adanya tradisi kebaktian, kerja keras dan ulet dalam mengerjakan tugas. Nilai tradisi Jepang dan kemiliterannya melaui semangat Bushido (semangat ksatria Jepang).


Perubahan Sosial Budaya Pasca Proklamasi

A.    Perubahan Sosial Budaya yang terjadi pada Masa Proklamasi Kemerdekaan
1.      Kehidupan ekonomi
Pemerintahan mengadakan hubungan dagang langsung dengan luar negeri, antara lain dengan jalan mengadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika. Serta pemerintah mengadakan pinjaman luar negeri, membangun kembali pabrik-pabrik gula serta meningkatkan perdagangan.
2.      Kehidupan Sosial Budaya
Penghapusan tentang diskriminasi kelas sosial , dibukanya sekolah-sekolah untuk seluruh warga Negara Indonesia, mengadakan pendidikan diluar sekolah yaitu kursus-kursus, menggalakkan wajib belajar, bahasa Indonesia berkembang dengan pesat dan digunakan sebagai bahasa Nasional dan berkembangnya kesenian yaitu seni lukis, seni drama, film dan musik.
3.      Bidang Politik
Terjadi tiga revolusi yaitu :
a.       Revolusi dan Pembesihan
Orang-orang yang dianggap sebagai penghianat perjuangan dan harus dibedakan dari kaum buruh biasa yang bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. UUD yang belum sempurna demokratis  ditukar dengan UUD demokrasi yang sah.
b.      Revolusi dan Partai
Partai Revolusioner yang berideologi dan berteori lengkap dan rapi yang berorganisasi modern dan efisien diperlukan untuk memimpin revolusi, yaitu mengurus segala kekuatan masyarakat  yang dapat diperjuangkan, menetapkan strategi dan dan taktik perjuangan, membentuk dan mempergunakan segala dan senjata perjuangan.
Partai-partai ini harus partai kerakyatan yang revolusioner, dipimpin oleh orang-orang yang berpengetahuan tentang perjuangan revolusioner yang modern, yang berpengetahuan tentang perjuangan.
c.       Revolusi dan pemerintahan
Menghidupkan dan membangun dewan-dewan perwakilan rakyat dari desa sampai kepuncak pememrintahan. Dari pengalaman dan pengamatan kaum nasionalis umumnya dari kememrdekaan yang didapat oleh bangsa-bangsa jajahan secara kontitusional dari tiap penjajah, maka perlu diterngkan bahwa kememrdekaan yang diperjuangkan dan dipertahankan secara revolusioner lebih mengutamakan isi kemerdekaan daripada nama kemerdekaanya.


Perubahan Sosial Budaya pada Masa Pasca Reformasi.

Setelah masa pasca kemerdekaan, maka mulailah masa reformasi yang terjadi karena sistem otoritarian presiden kedua kita. Gerakan reformasi terjadi di Indonesia pada tahun 1998 tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie. Reformasi merupakan suatu gerakan untuk mengadakan pembaharuan dan perubahan terutama perbaikan dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan hukum. Perubahan sosial dan budaya tersebut  meliputi:
1.   Bidang Ekonomi
Pasca reformasi 1998, terjadi perubahan yang cukup berarti dalam strategi pembangunan Indonesia. Pola sentralisasi, diperpendek ke pemerintah daerah dengan adanya pelaksanaan pembangunan secara desentralisasi dan otonom.
2.      Bidang Politik.
Pasca reformasi 1998, kondisi politik Indonesia mengalami pembaharuan yang cukup berarti baik dalam hal pengambilan kebijakan keikutserataan rakyat, pengawasan serta tingkat pengawasan masyarakat, evaluasi.
3.      Bidang sosial budaya
Pelaksanaan komunikasi politik yang semakin terbuka, memberikan beberapa prospek yang cukup baik dalam kehidupan masyarakat, yaitu:
a.       Budaya feodalisme secara berangsur-angsur berubah ke arah demokrasi.
b.      Budaya masyarakat yang sebelumnya bersifat menunggu untuk diberi, beralih kepada budaya untuk mandiri dan memiliki etos dan produktivitas kerja srta bersikap kritis.
Secara garis besar, perubahan sosial budaya antara lain:
a.       Sistem teknologi.
Perkembangan sistem teknologi dan derasnya globalisasi mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri. Budaya Indonesia berganti dengan budaya yang identik dengan istilah westernisasi.
b.       Sistem mata pencarian hidup atau ekonomi.
. Proses globalisasi ini mencakup lintas bangsa yang di dukung oleh berkembangnya ideologi kapitalisme, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berkembangnya ekonomi liberal menghasilkan terciptanya pasar bebas.
c.       Munculnya organisasi-organisasi
Organisasi sosial dan organisasi masyarakat pada era ini aktor utamanya justru rakyat itu sendiri. Secara mandiri, rakyat telah mampu membentuk adanya sebuah organisasi.
d.      Pengetahuan dan Pendidikan.
Dengan ditunjang oleh kemajuan-kemajuan di bidang teknologi dan informasi saat ini dalam bidang pengetahuan dan pendidikan telah mencapai beberapa kemajuan.
e.       Religi
Munculnya aliran-aliran lain dari satu agama yang menurut pandangan umum bertentangan dengan agama aslinya. Seperti Ahmadiyah, dll.
f.       Kesenian.

                          Dominasi kesenian saat ini adalah seni suara dan seni akting (film, sinetron). Seni tari yang dulu hampir setiap hari dapat kita saksikan sekarang sudah mulai pudar, apalagi seni yang berbau kedaerahan.

7 komentar:

cukup dengan saran saya akan sangat terkesan, :)